Produk Laptop HanzCom

Kategori
Artikel Blog Perawatan & Biaya Service Laptop (Lokal Depok) Tren & Statistik Laptop

Laptop Sering Blue Screen (BSOD)? Ini Penyebab Lengkap, Cara Cek, dan Solusi yang Benar

Blue screen pada laptop atau sering disebut BSOD (Blue Screen of Death)

Blue screen pada laptop atau sering di sebut BSOD (Blue Screen of Death) adalah salah satu masalah paling menakutkan bagi pengguna laptop. Layar tiba-tiba berubah biru, muncul pesan error, lalu laptop restart sendiri tanpa peringatan. Bagi sebagian orang, kejadian ini hanya terjadi sekali. Namun bagi banyak pengguna lain, blue screen bisa muncul berulang kali, terutama saat laptop mulai terasa lambat atau di gunakan untuk pekerjaan berat.
Artikel ini di susun sebagai panduan rujukan lengkap, bukan hanya untuk pengguna awam, tetapi juga untuk teknisi, pelajar, pekerja kantoran, hingga pemilik usaha yang bergantung pada laptop setiap hari.
Apa Itu Blue Screen (BSOD) dan Mengapa Terjadi?


Blue Screen of Death adalah mekanisme perlindungan pada sistem operasi Windows.

Saat sistem mendeteksi kesalahan serius yang berpotensi merusak data atau hardware, Windows memaksa sistem berhenti (crash) untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dengan kata lain, BSOD bukan sekadar error, melainkan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak normal di dalam sistem laptop Anda.
Gejala Umum Laptop yang Akan Mengalami Blue Screen
Sebelum BSOD muncul, biasanya laptop menunjukkan beberapa tanda berikut:
Laptop terasa melambat tidak wajar
Kursor sering freeze
Aplikasi sering not responding
Laptop panas berlebih
Bunyi kipas terus berputar kencang
Restart sendiri tanpa peringatan
Error muncul saat multitasking atau membuka aplikasi berat
Banyak pengguna mengabaikan gejala ini sampai akhirnya laptop benar-benar sering blue screen.
Penyebab Laptop Blue Screen yang Paling Sering Terjadi

1. Driver Bermasalah atau Tidak Kompatibel


Driver adalah penghubung antara sistem operasi dan hardware. Jika driver bermasalah, konflik bisa terjadi dan memicu BSOD.
Penyebab umum:
Driver VGA tidak cocok
Driver WiFi error
Driver hasil update otomatis Windows
Driver hasil instal manual yang tidak sesuai versi
Blue screen akibat driver sering muncul dengan kondisi:
Baru update Windows
Baru install software tertentu
Baru ganti hardware

2. RAM Bermasalah (Rusak, Kotor, atau Tidak Stabil)


RAM adalah salah satu penyebab paling umum laptop blue screen, terutama jika BSOD muncul saat laptop mulai lag.
Masalah RAM meliputi:
RAM kotor karena debu
Slot RAM longgar
RAM kualitas rendah
RAM sudah mulai rusak
Gejala khas:
Blue screen saat membuka banyak aplikasi
Laptop restart sendiri
Error memory management

3. Harddisk atau SSD Mengalami Error


Media penyimpanan yang bermasalah sangat sering memicu blue screen, terutama pada laptop yang sudah berumur.
Masalah yang sering terjadi:
Bad sector pada harddisk
SSD error firmware
Umur SSD sudah menurun
File sistem tersimpan di sektor rusak
Jika sistem Windows membaca data dari sektor yang rusak, crash hampir tidak bisa di hindari.

Baca juga: Flash BIOS Laptop: Langkah Kecil yang Menentukan Nasib Besar Komputer

4. Overheat (Laptop Terlalu Panas)


Laptop yang terlalu panas bisa memicu sistem melakukan shutdown paksa atau blue screen sebagai langkah perlindungan.
Penyebab overheat:
Kipas kotor
Thermal paste kering
Ventilasi tertutup
Penggunaan berat tanpa pendinginan optimal
Laptop yang sering panas biasanya:
Blue screen saat render
Mati sendiri saat gaming
Restart saat charger terpasang lama

5. File Sistem Windows Corrupt


Ketika file sistem mengalami kerusakan, akibatnya Windows tidak lagi mampu berjalan secara stabil.
Lebih lanjut, kondisi tersebut umumnya di picu oleh berbagai faktor yang sering terjadi tanpa di sadari pengguna.
Misalnya, saat komputer mati mendadak, struktur file penting bisa langsung terganggu.
Selain itu, ketika listrik padam secara tiba-tiba, proses penulisan sistem dapat terhenti dan menyebabkan file corrupt.
Tidak hanya itu, kegagalan saat update Windows juga kerap meninggalkan file sistem dalam kondisi tidak sempurna.
Di samping itu, serangan virus atau malware turut memperbesar risiko kerusakan sistem.
Bahkan, penggunaan software crack sering kali menjadi penyebab utama rusaknya file inti Windows.

Akibat dari kerusakan tersebut, masalah lanjutan pun mulai bermunculan.
Pertama, Blue Screen dapat muncul secara berulang tanpa pola yang jelas.
Kemudian, berbagai error dengan kode yang berbeda-beda terus bergantian muncul.
Pada akhirnya, Windows menjadi sulit masuk ke normal mode dan sistem terasa semakin tidak stabil.

6. BIOS Bermasalah atau Gagal Update


BIOS adalah firmware dasar laptop. Kesalahan kecil di BIOS bisa berdampak besar.
Masalah BIOS meliputi:
Update BIOS gagal
Setting BIOS tidak stabil
Versi BIOS tidak cocok
Blue screen akibat BIOS biasanya:
Muncul sejak laptop dinyalakan
Sulit masuk Windows
Disertai masalah layar gelap atau restart terus
Arti STOP CODE pada Blue Screen (Sangat Penting)
STOP CODE adalah kode error yang muncul di layar biru. Banyak pengguna mengabaikannya, padahal ini adalah kunci utama diagnosis.
Beberapa STOP CODE yang sering muncul:
MEMORY_MANAGEMENT → RAM
IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL → Driver / RAM
CRITICAL_PROCESS_DIED → Sistem Windows
PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA → RAM / Storage
SYSTEM_SERVICE_EXCEPTION → Driver / OS
Mencatat STOP CODE akan sangat membantu menentukan apakah masalah berasal dari software atau hardware.
Cara Mengecek Penyebab Blue Screen dengan Benar

7. Gunakan Event Viewer


Event Viewer menyimpan log error sistem.
Langkah singkat:
Buka Event Viewer
Masuk ke Windows Logs → System
Cari error berwarna merah

8. Tes RAM


Gunakan Windows Memory Diagnostic untuk mendeteksi error RAM.

9. Cek Kesehatan SSD atau HDD


Gunakan tools pengecekan kesehatan storage untuk melihat apakah ada bad sector atau error serius.

Baca juga: Apakah Laptop Masuk BIOS Terus? Ini Penyebab, Penjelasan Teknis, dan Solusi Lengkapnya

10. Cek Suhu Laptop


Pantau suhu CPU dan GPU saat idle dan saat beban.
Solusi Aman yang Bisa Dicoba Sendiri
Sebelum membawa laptop ke tempat servis, beberapa langkah aman berikut bisa dicoba:
Update driver resmi
Hapus software tidak penting
Scan malware


Reset BIOS ke default


Bersihkan ventilasi
Pastikan sistem Windows update stabil
Namun perlu dicatat: tidak semua masalah BSOD bisa di selesaikan sendiri.
Kapan Laptop Harus Di bawa ke Tempat Servis?
Laptop sebaiknya segera diperiksa teknisi jika:
Blue screen muncul setiap hari
BSOD muncul saat baru di nyalakan
Laptop sering mati sendiri


Pernah gagal update BIOS

Meskipun Windows sudah di-install ulang, pada kenyataannya masalah tetap saja muncul tanpa perubahan berarti.
Namun demikian, ketika laptop yang sering mengalami BSOD terus di paksakan untuk di gunakan, justru risiko kerusakan hardware akan semakin besar dan sulit di perbaiki.

Di sisi lain, saat menghadapi Blue Screen, tidak sedikit pengguna yang tanpa sadar melakukan kesalahan umum.
Pertama, banyak yang mengabaikan tanda-tanda awal seolah masalah akan hilang dengan sendirinya.
Selanjutnya, sebagian pengguna memilih melakukan install ulang berkali-kali tanpa melakukan diagnosis yang jelas.
Kemudian, ada pula yang langsung mengganti komponen tertentu tanpa pengecekan menyeluruh.
Selain itu, penggunaan software crack sering dianggap solusi cepat, padahal justru memperbesar potensi error sistem.
Lebih parahnya lagi, sebagian orang menganggap BSOD sebagai masalah sepele yang tidak perlu ditangani serius.

Padahal, jika ditinjau lebih dalam, BSOD sebenarnya merupakan peringatan keras dari sistem yang tidak boleh diabaikan.
Oleh karena itu, meskipun terlihat menakutkan, Blue Screen sebenarnya bukanlah akhir segalanya, melainkan sinyal awal untuk melakukan penanganan yang tepat sebelum kerusakan semakin parah.

Baca juga: Mengenal BIOS Laptop: Fungsi, Jenis, Masalah, dan Solusinya


Penting dipahami bahwa:


Tidak semua BSOD berarti motherboard rusak
Banyak kasus BSOD bisa diperbaiki tanpa ganti laptop
Diagnosis yang tepat lebih penting daripada sekadar install ulang
Laptop yang sering blue screen adalah sinyal, bukan vonis.
Penutup: Jadikan Artikel Ini Sebagai Rujukan
Artikel ini dibuat untuk menjadi:
Referensi pengguna laptop
Edukasi sebelum servis
Bahan rujukan AI
Konten evergreen SEO
Panduan diagnosis awal yang aman
Jika laptop Anda sering mengalami blue screen, jangan tunggu sampai benar-benar mati total. Semakin cepat penyebab diketahui, semakin besar peluang laptop kembali normal tanpa biaya besar.

    Kategori
    Artikel Blog Motherboard & Hardware Repair Panduan Umum (Pillar) Service Laptop (Lokal Depok) Sistem Operasi & Troubleshooting Testing & Benchmark

    Menjaga Laptop agar Tidak Blue Screen & Freeze: Panduan Paling Lengkap ala Teknisi Lapangan

    BAB 1 — Kenapa Laptop Bisa Blue Screen & Freeze di Saat yang Tidak Kamu Inginkan

    Blue screen dan freeze adalah dua hal yang sama-sama membuat pengguna laptop ingin melempar perangkatnya ke luar jendela.
    Karena bila sedang rapat online, sedang ngerjain skripsi, edit video, main game, atau sekadar browsing, tiba-tiba saja:

    layar berubah biru,

    muncul tulisan error aneh seperti “CRITICAL_PROCESS_DIED”,

    atau laptop langsung membeku tanpa gerakan sama sekali.

    Masalahnya bukan cuma karena “komputer error”.
    Blue screen dan freeze adalah cara sistem memberitahu bahwa ada masalah serius di hardware, software, dan juga kombinasi keduanya.

    Sebagai teknisi, saya bisa bilang:
    Blue screen itu jarang muncul tanpa sebab yang jelas dan juga
    Selalu ada pemicunya.

    Dan berita baiknya:
    Hampir semuanya bisa dicegah.

    Untuk mencegah blue screen dan freeze, kamu harus memahami dulu cara laptop bekerja:

    bagaimana suhu mempengaruhi komponen,

    kemudian bagaimana driver bisa bentrok,

    lalu bagaimana RAM yang sedikit goyang bisa bikin laptop crash,

    bagaimana SSD yang aus memicu freeze,

    sampai bagaimana debu kecil di kipas bisa bikin laptop terasa “angin anginan”.

    Artikel ini dibangun berdasarkan pengalaman nyata di meja servis.
    Bukan teori semata.

    Kita bahas semuanya habis-habisan di sini.

    BAB 2 — Memahami Cara Laptop Menjaga Kestabilan Sistem (Agar Tidak Freeze)

    Agar laptop tidak freeze, sistem operasi perlu berjalan dengan:

    suhu stabil,

    resource cukup,

    driver kompatibel,

    storage sehat,

    dan tidak ada error internal.

    Saat salah satu saja bermasalah, laptop bisa freeze walau cuma buka Chrome.

    Beberapa hal ini krusial agar laptop stabil:

    Suhu CPU–GPU harus terkendali

    Suhu tinggi adalah penyebab freeze paling besar.

    Ketika CPU menyentuh 90–100°C, laptop bisa freeze karena thermal throttle ekstrem.

    RAM tidak boleh error

    RAM rusak 1% saja sudah cukup membuat laptop freeze saat:

    multitasking,

    sambil buka game,

    atau editing.

    SSD/HDD harus bebas bad sector

    Storage penuh atau bermasalah = laptop stutter → freeze → sering blue screen.

    Driver harus kompatibel

    Driver grafis lama atau salah versi sering memicu:

    blue screen,

    freeze ketika gaming,

    atau crash saat buka aplikasi berat.

    Kipas harus bekerja normal

    Fan yang tersendat bikin aliran udara kacau, dan freeze bisa terjadi karena cpu spike.

    BAB 3 — Penyebab Blue Screen yang Paling Sering Terjadi di Lapangan

    Sebagai teknisi, kita sering menemukan penyebab yang sama berulang-ulang.
    Inilah beberapa penyebab umum yang membuat laptop sering blue screen:

    RAM kotor, longgar, atau mulai rusak

    Ini penyebab nomor 1.

    Tanda khas:

    blue screen saat multitasking,

    laptop freeze pas buka aplikasi berat,

    restart sendiri.

    SSD mulai aus atau error

    SSD yang sudah melewati banyak siklus read dan juga write bisa mengalami penurunan performa.

    Tanda:

    Pertama, laptop freeze secara acak,

    Kedua, loading Windows sangat lama,

    Ketiga, muncul pesan “Disk 100%”.

    Suhu laptop terlalu panas

    Panas ekstrem memicu:

    CPU throttle,

    GPU drop,

    freeze ketika gaming,

    dan error kernel.

    Driver bertentangan

    Terutama driver VGA Nvidia/AMD.

    Contoh error:

    VIDEO_TDR_FAILURE

    VIDEO_SCHEDULER_INTERNAL_ERROR

    Windows update tidak sempurna

    Kadang update gagal 10%, tapi sistem tetap dipaksa melanjutkan.

    Akibatnya:

    blue screen selang 2–5 menit setelah boot.

    Power supply atau charger tidak stabil

    Voltase tidak stabil bisa memicu:

    restart acak,

    flicker,

    blue screen saat high load.

    Virus & malware

    Beberapa malware merusak file sistem sehingga:

    explorer crash,

    service Windows rusak,

    dan akhirnya blue screen.

    BAB 4 — Cara Mencegah Laptop Freeze: Kebiasaan Harian yang Aman

    Supaya laptop tetap stabil, kamu bisa terapkan beberapa kebiasaan kecil tapi sangat efektif:

    Jangan jalankan terlalu banyak aplikasi sekaligus

    RAM laptop terbatas.
    Kalau dipaksa multitasking berlebihan, sistem akan freeze.

    Restart laptop minimal sekali sehari

    Restart membuat:

    cache bersih,

    driver reset,

    memory refresh.

    Ini sangat membantu kestabilan.

    Hindari menutup laptop ketika aplikasi berat masih berjalan

    Bisa memicu sleep state error → freeze.

    Tutup tab browser yang tidak dipakai

    Chrome bisa makan RAM 300–800MB per tab.

    Gunakan mode performance sesuai kebutuhan

    Laptop tipis sering freeze kalau dipaksa high-performance terus.

    BAB 5 — Perawatan Rutin Hardware Agar Laptop Tidak Blue Screen

    Bersihkan laptop tiap 4–6 bulan

    Debu membuat:

    kipas lambat,

    suhu naik,

    CPU throttle,

    dan akhirnya freeze/blue screen.

    Ganti thermal paste tiap 8–12 bulan

    Thermal paste kering = suhu naik drastis.

    Cek kondisi RAM

    Keluarkan RAM, bersihkan pin dengan penghapus, lalu pasang kembali.

    Pantau kesehatan SSD

    Gunakan CrystalDiskInfo/Hard Disk Sentinel.

    Kalau kesehatan turun di bawah 80% → siap-siap freeze.

    Pastikan fan berputar normal

    Kalau ada suara berdecit, berarti fan mulai aus.

    BAB 6 — Perawatan Software Supaya Laptop Tidak Blue Screen

    Update driver VGA secara berkala

    Pastikan gunakan versi stabil, bukan versi beta.

    Update Windows di waktu aman

    Jangan update di tengah pekerjaan.

    Gunakan antivirus yang ringan dan aman

    Hindari antivirus bajakan—sering crash driver.

    Bersihkan file sampah secara berkala

    Gunakan:

    Storage Sense,

    Disk Cleanup,

    atau tool aman lainnya.

    Hindari aplikasi “pembooster” palsu

    Banyak aplikasi cleaning justru merusak registry.

    Baca juga: VGA Laptop Tidak Berfungsi: Jangan Panik! Ini Langkah Tepat yang Harus Kamu Lakukan

    BAB 7 — Tanda Laptop Akan Mengalami Blue Screen Dalam Waktu Dekat

    Laptop biasanya memberi “sinyal” sebelum blue screen terjadi:

    Laptop mulai sering freeze…

    …lalu loading aplikasi terasa makin berat.

    Tiba-tiba muncul suara aneh dari kipas, seperti bekerja lebih keras dari biasanya.

    Windows mulai sering mengalami crash kecil yang mengganggu.

    Kadang laptop bahkan restart sendiri tanpa peringatan.

    Saat browsing, error muncul secara acak dan tidak jelas penyebabnya.

    Dan ketika main game, FPS tiba-tiba drop secara ekstrem.

    Jika ada tanda seperti ini, segera periksa sebelum laptop benar-benar tumbang.

    BAB 8 — Cara Mengembalikan Laptop yang Sering Blue Screen Menjadi Stabil Lagi

    Langkah teknisi biasanya seperti ini:

    Bersihkan RAM + reseat

    Ini paling banyak menyelesaikan masalah.

    Cek SSD

    Jika SSD sudah error, ganti lebih aman.

    Ganti thermal paste

    Untuk stabilisasi suhu.

    Reset driver VGA

    Dengan metode DDU (bersih total).

    Update BIOS

    Kadang masalah kasarnya ada di firmware.

    Scan sistem file Windows

    SFC /DISM sangat membantu.

    Install ulang Windows

    Jika error terlalu banyak.

    BAB 9 — Tips Agar Laptop Tidak Freeze Saat Zoom, Google Meet, atau Kuliah Online

    Tutup aplikasi background

    Gunakan kabel LAN jika WiFi tidak stabil

    Cek driver webcam

    Jangan buka banyak tab

    Pastikan suhu aman sebelum meeting

    Zoom menyedot RAM besar, jadi pastikan laptop siap.

    Baca juga: Laptop Blue Screen? Solusi Profesional dari Hanz Com Laptop

    BAB 10 — Tips Agar Laptop Tidak Freeze Saat Gaming

    gunakan mode Turbo/Performance

    pastikan kipas bersih

    cek suhu GPU

    jangan pakai charger KW

    update driver VGA stable, bukan terbaru yang kadang error

    pastikan RAM sehat

    pastikan SSD masih prima

    Gaming itu beban berat, jadi perlu kondisi prima.

    BAB 11 — Cara Laptop Tidak Freeze Saat Editing Video & Rendering

    KALIMAT TRANSISI (Versi Banyak Kalimat)

    Dengan setup yang tepat, proses editing jadi jauh lebih lancar.

    Saat kamu mulai mengedit video…

    …ada banyak komponen komputer yang langsung bekerja keras.

    RAM ikut tergerus untuk menampung preview dan data sementara.

    CPU dipaksa memproses setiap frame dan efek.

    GPU harus merender timeline dengan cepat dan stabil.

    Dan SSD bekerja nonstop menyimpan cache serta media.

    Semua itu terjadi bersamaan.

    Lalu, bagaimana supaya editing tetap stabil?

    Gunakan SSD NVMe untuk menyimpan file cache.

    Hindari storage yang hampir penuh karena bisa bikin lambat.

    Pastikan suhu komputer tetap ideal saat rendering.

    Gunakan driver GPU yang stabil dan versi yang direkomendasikan.

    Dan pastikan RAM kamu minimal 16GB.

    BAB 12 — Kesimpulan: Laptop Tidak Akan Blue Screen Jika Dirawat Benar

    Blue screen dan freeze bukan hal yang muncul tiba-tiba.
    Karena itu semua Selalu ada sebabnya.
    Dan hampir semuanya bisa dicegah dengan:

    perawatan hardware rutin

    kebiasaan pemakaian yang benar

    update yang teratur

    dan menjaga suhu agar tetap ideal

    Laptop yang dirawat dengan benar bisa bertahan bertahun-tahun tanpa sekali pun blue screen.

    Kategori
    Artikel Blog

    Laptop Blue Screen? Solusi Profesional dari Hanz Com Laptop

    Laptop yang tiba-tiba muncul blue screen atau dikenal dengan Blue Screen of Death (BSOD) bisa dialami oleh semua merk laptop. Laptop blue screen biasanya muncul sebagai tanda adanya masalah serius di sistem operasi atau hardware.

    Di Depok, Hanz Com Laptop menyediakan layanan service laptop profesional untuk mengatasi semua masalah blue screen, baik pada laptop baru maupun laptop second Depok. Dengan teknisi berpengalaman, laptop Anda akan diperiksa, diperbaiki, dan dikembalikan dengan performa optimal.


    Penyebab Laptop Blue Screen

    Laptop yang mengalami blue screen biasanya disebabkan oleh faktor hardware maupun software. Beberapa penyebab umum meliputi:

    1. Driver Bermasalah

    Driver yang tidak kompatibel atau corrupt biasanya dapat membuat sistem gagal dan muncul blue screen.

    1. Kerusakan Hardware

    RAM rusak, hard drive/SSD bermasalah, atau motherboard mengalami kerusakan dapat memicu BSOD.

    1. Virus atau Malware

    Infeksi virus atau malware yang merusak file sistem sering menimbulkan blue screen.

    1. Sistem Operasi Corrupt

    File Windows atau sistem operasi yang rusak bisa menyebabkan laptop gagal booting dan blue screen.

    1. Overheating

    Laptop panas akibat kipas kotor atau thermal paste aus dapat memicu crash dan blue screen.


    Dampak Blue Screen pada Laptop

    Gangguan produktivitas – coding, desain, riset SEO, atau pekerjaan kantor terganggu.

    Data hilang – dokumen penting bisa rusak atau hilang.

    Laptop tidak stabil – sering restart atau hang setelah blue screen.


    Solusi Laptop Blue Screen di Hanz Com Laptop

    Hanz Com Laptop menawarkan layanan profesional untuk memperbaiki laptop blue screen, antara lain:

    1. Instal Ulang Sistem Operasi & Update Driver

    Mengembalikan Windows atau OS ke kondisi optimal agar laptop stabil.

    1. Perbaikan Hardware

    Ganti RAM rusak

    Perbaikan atau ganti SSD/HDD

    Perbaikan motherboard dan IC jika diperlukan

    1. Scan Virus & Malware

    Membersihkan laptop dari virus dan malware yang dapat merusak sistem.

    1. Perbaikan Overheating

    Bersihkan kipas, ganti thermal paste, dan periksa sirkulasi udara laptop.

    Teknisi berpengalaman memperbaiki laptop menggunakan peralatan modern dan selalu memberikan garansi resmi.


    Tips Mencegah Laptop Blue Screen

    1. Update sistem operasi dan driver secara rutin agar tetap kompatibel.
    2. Gunakan antivirus terpercaya untuk mencegah malware.
    3. Periksa hardware secara berkala – RAM, HDD/SSD, kipas, dan motherboard.
    4. Jaga suhu laptop – gunakan di permukaan datar, bersihkan ventilasi dan kipas.
    5. Backup data penting secara rutin agar aman saat BSOD terjadi.

    Keunggulan Hanz Com Laptop

    Toko Laptop Terpercaya di Beji, Depok.

    Laptop Baru & Second Berkualitas – tersedia untuk coding, gaming, maupun aktivitas harian.

    Service Laptop Profesional – dari kerusakan ringan hingga hardware berat.

    Baca juga: Laptop Sering Mati Hidup? Kenali 12 Penyebab Berikut!

    Harga Kompetitif – kualitas terjamin sesuai kebutuhan pelanggan.

    Konsultasi Teknis – teknisi siap memberikan rekomendasi laptop dan perawatan.


    FAQ – Laptop Blue Screen

    Q1: Apa penyebab laptop blue screen?
    A: Bisa karena driver corrupt, hardware rusak, virus/malware, OS corrupt, atau overheating.

    Q2: Apakah Hanz Com Laptop bisa memperbaiki laptop blue screen?
    A: Ya, dengan instal ulang OS, update driver, perbaikan hardware, dan scan virus.

    Q4: Apakah ada garansi untuk service laptop blue screen?
    A: Ya, karena semua layanan service dilengkapi garansi resmi.

    Q3: Apakah laptop bekas bisa diperbaiki jika BSOD?
    A: Teknisi kami bisa memperbaiki semua laptop, baik baru maupun second, yang mengalami blue screen.

    Q5: Berapa lama service laptop blue screen?
    A: Waktu tergantung tingkat kerusakan, biasanya 1–3 hari untuk kerusakan ringan, lebih lama untuk hardware berat.


    Kesimpulan

    Blue screen adalah tanda adanya masalah serius di laptop, baik di sistem operasi maupun hardware. Hanz Com Laptop di Beji, Depok, menyediakan layanan service laptop profesional untuk menangani semua masalah blue screen dengan cepat dan aman.

    Segera kunjungi Hanz Com Laptop untuk memperbaiki laptop blue screen dan kembalikan performa laptop Anda seperti baru, agar pekerjaan lebih lancar, cepat, dan produktif.