BAB 1 – Kenyataan yang Jarang Dibahas Ketika Laptop Mulai Tidak Normal
Di Hanz Com Laptop Depok, kami sering bercanda kalau laptop itu seperti manusia. Ada yang kuat, ada yang gampang lelah, ada yang sensitif sama panas, ada juga yang “meledak emosinya” kalau udah stres karena pemakaian berat. Tapi belakangan ini, kasus yang datang kok polanya mirip-mirip banget. Dari luar laptop terlihat mulus, tapi begitu baut di buka satu-satu… wah, isinya kadang membuat teknisi geleng-geleng kepala.
Depok itu kota yang padat, hawanya lembab, polusi tinggi, dan banyak rumah yang ventilasinya sempit. Kombinasi ini bikin laptop gampang kotor. Begitu cover bawah dibuka, sering terlihat:
kipas menggumpal debu seperti kapas gulung,
jalur motherboard di penuhi serbuk halus,
heatsink berubah warna karena karat,
thermal paste mengering sampai mirip kerak,
casing bagian dalam hitam seperti bekas asap.
Yang bikin lucu, pemilik laptop biasanya santai saja. Mereka bilang, “Bang, saya cuma pakai buat Zoom sama Word kok.” Padahal pemakaian ringan sama berat itu gak ada beda kalau sistem pendinginnya tersumbat. Panas tetap naik. Dan kalau panas naik terus, ya motherboard yang kena.
Setiap kali ada laptop masuk dan kami buka bersama-sama, saya selalu lihat ekspresi pemiliknya berubah. Dari bingung, kaget, sampai akhirnya ketawa sendiri karena gak nyangka kondisinya separah itu.
Pernah ada yang bilang, “Bang… ini laptop saya apa vacuum cleaner?”
Karena debunya betul-betul tebal kayak serabut kelapa.
Kadang saya mikir, kalau laptop bisa ngomong, mungkin dia bakal bilang, “Bang, tolong saya. Nafas sudah sesak nih.”
BAB 2 – Ketika Debu Menjadi Musuh Utama Laptop Depok
Debu di Depok itu licik. Dia datang diam-diam. Masuk perlahan. Tidak langsung bikin masalah. Tapi lama-lama menumpuk dan mengubah perilaku laptop.
Kalau kamu lihat foto-foto yang kamu kirim itu, bagian fan yang bulat itu seperti dinding debu. Bilah kipas tertutup hingga diam. Motor kipas masih berusaha mutar, tapi berat. Itu seperti manusia yang lari sambil bawa karung beras. Tenaganya habis duluan.
Debu bisa bikin:
kipas seret → suara kasar
suhu naik → laptop sering freeze
angin keluar melemah → motherboard lebih panas
thermal paste cepat rusak
casing dalam berubah warna
Bahkan beberapa laptop malah mengeluarkan aroma hangus halus, yang biasanya muncul setelah panas menempel terlalu lama di satu titik.
Ada satu kasus dari pelanggan Kukusan. Dia bawa laptop seri bisnis. Katanya, “Bang, laptop saya lambat banget, padahal RAM 16GB.”
Saya eksplor sebentar, buka casing, dan langsung ketawa kecil. Debunya kayak sarang lebah padat. Heatsinknya hitam total.
Saya bilang, “Bang, ini bukan laptop, ini sudah kayak AC outdoor.”
Kita bersihin, ganti thermal paste, cek ulang, performanya kembali normal.
Debu itu musuh yang gak kelihatan. Gak peduli laptop mahal atau murah. Semua bisa kena.
BAB 3 – Karat, Lembab, dan Cuaca Depok yang Tidak Ramah Elektronik
Kalau debu adalah musuh pertama, karat adalah musuh kedua yang lebih berbahaya. Karat itu pelan, tapi mematikan. Biasanya muncul di laptop yang:
sering dipakai di kamar lembab,
dekat jendela yang kena embun,
kena cipratan air kecil tapi di abaikan,
di simpan terlalu lama dalam kondisi mati.
Foto yang kamu kirim itu jelas menunjukkan korosi menyebar di bagian casing dekat baterai. Warna coklat tua itu bukan debu biasa, tapi karat yang sudah masuk ke struktur metal.
Karat bikin:
heatsink tidak bisa membuang panas,
area dekat baterai rentan short,
jalur motherboard melemah,
baut rapuh dan susah dibuka,
casing dalam berubah warna.
Ada pelanggan dari Margonda, laptopnya kena hujan rintik saat dalam tas. Dia pikir aman. Sebulan kemudian laptop mulai mati sendiri. Setelah kami buka, karat sudah menguasai pinggir motherboard.
Padahal kalau dibawa sehari setelah kejadian, laptop masih bisa diselamatkan tanpa biaya besar.
Kelembaban Depok itu jahat. Kondisi rumah yang minim ventilasi bikin laptop lebih cepat oksidasi. Itulah kenapa banyak laptop “yang kelihatannya biasa saja” ternyata korosinya sudah separah foto di atas.
Baca juga: Ganti Thermal Paste Laptop: Perawatan Kecil yang Menyelamatkan Performa Besar
BAB 4 – Sistem Pendingin Macet, Thermal Paste Kering, dan Performa Laptop Mulai Runtuh
Kalau debu dan karat sudah menyerang, maka kerusakan berikutnya tinggal tunggu waktu.
Fan yang berdebu → mutarnya berat.
Heatsink berkarat → panas sulit keluar.
Thermal paste kering → panas menumpuk di CPU/GPU.
Gabungan ini bikin laptop:
panas tidak normal,
throttling,
nge-lag berat,
nge-freeze,
mati mendadak,
atau parahnya motherboard short.
Ada cerita unik dari pelanggan Sawangan. Dia bawa laptop gaming lawas. Katanya, “Bang, laptop saya kalau buka YouTube langsung panas 98 derajat.”
Pas saya buka?
Thermal paste-nya kering seperti tanah merah. Padahal laptop gaming itu sensitif sama suhu.
Setelah dibersihkan total, ganti thermal paste yang bagus, buang karat, dan bersihin fan, suhunya turun ke 65–70 derajat.
Dia langsung bilang, “Bang… kayak laptop baru lagi.”
Thermal paste itu kadang diremehkan. Padahal dia yang jadi penyambung panas antara prosesor dan pendingin. Begitu dia mati, semuanya ikut mati.
BAB 5 – Kenapa Pemeriksaan Menyeluruh di Hanz Com Laptop Depok Berbeda dari Tempat Lain
Banyak orang bertanya, “Bang, kenapa di Hanz kok laptop yang mati bisa hidup lagi? Kenapa tempat lain bilang harus ganti motherboard?”
Jawabannya sederhana:
Di Hanz, kami tidak memvonis sebelum lihat seluruh isi laptop.
1.Ada tempat servis yang cuma buka bagian belakang lalu menebak gejala.
2.Ada yang cuma cek suhu di software lalu memberikan kesimpulan.
3.Ada yang langsung bilang “ganti motherboard” tanpa analisa.
Padahal kerusakan laptop itu berlapis-lapis.
Kadang masalahnya ada di:
debu yang numpuk,
fan yang macet,
jalur yang lembab,
karat yang menghambat panas,
thermal paste mati,
slot RAM kotor,
heatsink kendor.
Baca juga: Apakah Ganti Thermal Paste Laptop Wajib? Simak Penjelasan!
Di Hanz Com Laptop Depok, kami pegang prinsip:
- Bongkar total, bukan setengah-setengah.
- Cek dari level casing, fan, heatsink, hingga jalur motherboard.
- Foto kondisi internal dan tunjukkan ke pemilik.
- Tidak langsung nyaranin sparepart mahal.
- Selamatkan apa yang bisa diselamatkan.
Makanya banyak laptop “divonis mati” dari tempat lain, tapi hidup lagi ketika kami bongkar detail.
1.Ada yang tiga bulan dipakai lembab.
2.Ada juga yang berbulan-bulan tersedot debu.
3.Ada pula yang karatnya sudah masuk ke heatsink.
4.Ada yang thermal paste kering ekstrim.
Selama jalur tidak putus total, biasanya masih bisa diselamatkan.


