Pengantar: Ketika Laptop Selalu Masuk BIOS, Apa Artinya?
Bayangkan saat Anda menyalakan laptop seperti biasa—lampu indikator menyala, kipas berputar, tetapi layar justru menampilkan tampilan berwarna biru gelap dengan tulisan BIOS Setup Utility.
Bukannya masuk ke sistem Windows, laptop malah berhenti di tampilan BIOS terus-menerus.
Fenomena ini sangat sering dialami pengguna, dari pelajar hingga pelaku usaha, dan sering kali membuat panik karena dianggap kerusakan berat. Padahal, tidak semua kasus laptop masuk BIOS berarti motherboard rusak.
Masalah ini berkaitan dengan proses booting sistem yang gagal menemukan jalur ke sistem operasi.
Dalam dunia teknisi, gejala ini disebut boot loop to BIOS, dan dapat disebabkan oleh faktor perangkat keras maupun perangkat lunak.
Mengenal Fungsi BIOS pada Laptop
Sebelum mencari penyebabnya, penting memahami apa itu BIOS dan bagaimana perannya dalam sistem laptop.
BIOS (Basic Input Output System) adalah program kecil di dalam chip motherboard yang mengatur hubungan antara perangkat keras (hardware) dan sistem operasi (software).
Ketika laptop dinyalakan, BIOS-lah yang pertama kali bekerja untuk:
- Memeriksa semua perangkat (RAM, hard disk, prosesor, keyboard),
- Menentukan perangkat mana yang akan dijalankan pertama kali (boot priority),
- Menyerahkan kendali ke sistem operasi seperti Windows, Linux, atau macOS.
Jika BIOS tidak menemukan sistem operasi di perangkat penyimpanan, maka laptop akan berhenti di tampilan BIOS.
Mengapa Laptop Bisa Masuk BIOS Terus?
Ada banyak penyebab laptop selalu masuk BIOS setiap kali dinyalakan.
Berdasarkan pengalaman para teknisi laptop profesional, penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor besar: perangkat keras, pengaturan sistem, dan kerusakan software.
Berikut penjelasan lengkapnya:
A. Faktor Perangkat Keras (Hardware)
1. Hard Disk atau SSD Tidak Terdeteksi
Ini merupakan penyebab paling umum.
Ketika BIOS tidak mendeteksi drive penyimpanan utama, maka ia tidak tahu di mana sistem operasi berada.
Gejala yang biasanya muncul:
- Di menu Information BIOS, kolom “Storage” kosong,
- Saat restart, tetap kembali ke BIOS,
- Tidak muncul tulisan “No Boot Device Found”.
Kemungkinan penyebab teknis:
- Kabel SATA atau konektor longgar,
- SSD/HDD rusak fisiknya,
- Slot M.2 kotor atau patah,
- Tegangan daya ke drive tidak stabil.
2. Baterai CMOS Lemah
Baterai CMOS berfungsi menyimpan pengaturan BIOS, termasuk urutan boot.
Jika baterai lemah, setiap kali laptop dimatikan, pengaturan akan hilang dan sistem kembali ke posisi awal—sehingga laptop selalu berhenti di BIOS.
3. Keyboard Bermasalah
Kasus unik yang sering terjadi adalah tombol BIOS tertekan terus (misalnya F2, F12, atau Delete).
Jika tombol tersebut tersangkut atau rusak, laptop otomatis masuk BIOS meskipun pengguna tidak menekannya.
4. Motherboard Error
Kerusakan pada chipset atau soket penyimpanan (SATA/M.2) juga bisa menyebabkan laptop gagal membaca hard disk dan akhirnya berhenti di BIOS.
Masalah seperti ini perlu pemeriksaan teknisi dengan alat diagnostik.
B. Faktor Pengaturan Sistem (Setting BIOS)
1. Urutan Boot (Boot Order) Salah
Kadang pengguna atau teknisi secara tidak sengaja mengubah urutan boot.
Jika posisi boot pertama adalah USB atau DVD kosong, maka BIOS tidak akan menemukan sistem operasi dan terus terbuka di mode pengaturan.
2. Mode Boot Tidak Sesuai
Laptop modern menggunakan dua mode boot utama: UEFI dan Legacy.
Jika sistem operasi diinstal dengan mode UEFI tetapi BIOS diatur ke Legacy (atau sebaliknya), laptop akan gagal boot dan kembali ke BIOS.
3. Secure Boot Aktif di Sistem Tidak Cocok
Beberapa versi Windows memerlukan Secure Boot aktif, tetapi jika instalasi dilakukan dari sistem non-ori atau Linux, maka BIOS bisa menolak proses booting dan memaksa sistem kembali ke menu BIOS.
Baca juga: Cara Update BIOS Laptop dengan Aman dan Mudah | Hanz Com Laptop Depok
C. Faktor Software (Sistem Operasi)
Selain perangkat keras, faktor sistem operasi juga bisa menyebabkan laptop berhenti di BIOS:
- File Boot Hilang / Rusak
- Akibat mati mendadak, crash, atau virus.
- BIOS tidak menemukan file bootmgr (Windows) atau grub (Linux).
- Windows Gagal Update
- Saat update Windows tidak selesai dengan benar, sistem tidak bisa boot normal dan berhenti di BIOS.
- Partisi Boot Terhapus
- Saat instal ulang tanpa memperhatikan struktur partisi, partisi sistem bisa hilang.
Cara Mengatasi Laptop yang Masuk BIOS Terus
Berikut langkah sistematis yang bisa dilakukan, mulai dari langkah ringan hingga teknis:
Langkah 1: Cek Deteksi Hard Disk/SSD
- Masuk ke BIOS → Menu Information atau Storage
- Pastikan perangkat penyimpanan muncul dengan nama (contoh: Kingston SSD 240GB)
- Jika tidak terdeteksi → kemungkinan kabel lepas atau drive rusak.
✅ Solusi:
Buka casing bawah laptop, pastikan konektor SSD/HDD terpasang rapat.
Jika tetap tidak terbaca, coba pasang di komputer lain untuk memastikan kondisinya.
Langkah 2: Atur Ulang Urutan Boot
- Masuk ke menu Boot Priority
- Pastikan drive utama berada di urutan pertama.
- Simpan perubahan dengan menekan F10 → Yes → Restart laptop.
Biasanya langkah ini langsung menyelesaikan 30–40% kasus ringan.
Langkah 3: Nonaktifkan Secure Boot (Jika Tidak Di perlukan)
Untuk sistem yang menggunakan Windows versi lama atau Linux:
- Masuk BIOS → Security / Boot → Secure Boot → pilih Disable.
- Simpan pengaturan dan restart.
Langkah 4: Reset BIOS ke Default
- Tekan Load Setup Defaults atau Reset BIOS Setting.
- Simpan dan keluar.
Pada Langkah ini memastikan tidak ada konfigurasi salah yang menghalangi proses boot.
Langkah 5: Cek Keyboard
Pastikan tidak ada tombol yang tersangkut.
Gunakan keyboard eksternal untuk memastikan sumber masalah bukan dari tombol internal.
Langkah 6: Ganti Baterai CMOS
Jika setiap kali laptop di matikan jam BIOS berubah atau pengaturan tidak tersimpan, ganti baterai CMOS kecil di motherboard (biasanya tipe CR2032).
Baterai ini murah dan bisa di ganti sendiri.
Langkah 7: Perbaiki File Sistem atau Instal Ulang Windows
Jika BIOS sudah benar tapi laptop tetap gagal boot:
- Gunakan USB bootable berisi Windows.
- Pilih Repair your computer → Startup Repair.
- Jika tidak berhasil, lakukan instalasi ulang bersih.
Sebelum instal ulang, backup data penting terlebih dahulu agar tidak hilang.
Baca juga: Kapan Sebaiknya Update BIOS Laptop? Panduan Lengkap
Kasus di Lapangan: Analisis Teknisi
Berikut contoh nyata yang sering di temui teknisi laptop profesional di wilayah Depok dan sekitarnya:
- Kasus 1: Laptop masuk BIOS setelah update Windows 10
➜ File sistem bootmgr corrupt, di perbaiki lewat startup repair tanpa instal ulang. - Kasus 2: Laptop lama Lenovo ThinkPad selalu masuk BIOS
➜ Baterai CMOS habis. Setelah di ganti, laptop normal kembali. - Kasus 3: Laptop gaming baru Asus ROG tidak bisa boot Windows
➜ Setting BIOS berubah dari UEFI ke Legacy karena update firmware otomatis. - Kasus 4: Laptop servis dengan SSD rusak fisik (bad sector)
➜ Di perlukan penggantian SSD dan instal ulang sistem baru.
Pencegahan Agar Laptop Tidak Masuk BIOS Terus
Setelah perbaikan berhasil, pengguna perlu memahami pencegahan agar masalah ini tidak terulang:
| Langkah | Manfaat |
| Hindari mematikan laptop secara paksa | Mencegah file boot rusak |
| Gunakan UPS / stabilizer | Menghindari tegangan drop saat update BIOS |
| Rutin membersihkan bagian bawah laptop | Menjaga suhu stabil agar konektor tidak longgar |
| Lakukan update Windows dengan daya penuh | Agar sistem tidak rusak di tengah update |
| Backup data dan sistem secara berkala | Untuk pemulihan cepat jika crash terjadi |
Kapan Harus Di bawa ke Teknisi Profesional?
Jika semua langkah di atas gagal, artinya penyebabnya sudah masuk level hardware seperti:
- Chip BIOS corrupt,
- Slot penyimpanan patah,
- Tegangan motherboard tidak stabil.
Pemeriksaan membutuhkan alat diagnostik khusus seperti BIOS flasher dan multimeter digital.
Teknisi profesional akan:
- Membaca ulang chip BIOS,
- Mengukur tegangan konektor SSD,
- Dan mengganti komponen dengan sparepart orisinal.
Kesimpulan
Laptop yang terus masuk BIOS tidak selalu berarti rusak berat.
Masalah ini umumnya di sebabkan oleh konfigurasi boot yang salah, perangkat penyimpanan tidak terbaca, atau kerusakan ringan pada sistem operasi.
Dengan langkah pemeriksaan yang sistematis dan pemahaman dasar tentang BIOS, pengguna bisa melakukan pengecekan mandiri sebelum memutuskan ke tempat servis.
Namun, bila gejala sudah berulang meskipun sudah diatur ulang, pemeriksaan teknisi menjadi langkah paling aman.
Perawatan rutin dan penggunaan yang benar akan memperpanjang usia laptop serta menjaga performa sistem tetap stabil.


